Category: Uncategorized

  • Satgas Damai Cartenz Tangkap Narapidana Kabur dari Lapas Wamena di Yahukimo

    DEKAI – Personel Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap seorang narapidana yang sebelumnya kabur dari Lapas Wamena di Kompleks Perumahan Ekselon II, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (16/3) sekitar pukul 17.50 WIT.

    Narapidana yang diamankan diketahui bernama Ferly Wesabla alias Ferlin (22), warga Kompleks Telkomsel, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Penangkapan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan di wilayah tersebut.

    Berdasarkan proses penyelidikan, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz Sektor Yahukimo melakukan pemantauan terhadap pergerakan pelaku yang saat itu menggunakan sepeda motor menuju rumah keluarganya di kawasan Ekselon II. Saat hendak diamankan, pelaku sempat berupaya melarikan diri dan bersembunyi di area semak-semak di sekitar lokasi. Namun aparat berhasil melakukan pengejaran dan akhirnya mengamankan pelaku.

    Ferly Wesabla diketahui merupakan salah satu narapidana yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Klas IIB Wamena pada Selasa, 25 Februari 2025 bersama emam orang narapidana lainnya. Selain itu, berdasarkan data kepolisian, yang bersangkutan juga diketahui tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Yalennang.

    Untuk diketahui enam narapidana lainnya yang Kabur bersama Ferly Wesabla alias Ferlin diantaranya, Penias Heluka alias Kopi Tua yang merupakan salah satu pimpinan KKB Yahukimo kemudian Nelis Helika bin Hendrik Heluka, Rio Elopere bin Jani Elopere, Ariel Sonyap alias Simon Sonyap, Segius Asso dan Welinton Kogoya alias Ula, namun saat pelarian Welinton Kogoya alias Ula ditangkap langsung oleh petugas disekitar area lapas.

    Pelaku juga merupakan terpidana dalam perkara pembunuhan terhadap anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara, yang terjadi pada tahun 2024 dan sebelumnya telah divonis bersalah oleh pengadilan.

    Dalam proses penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berada dalam penguasaan pelaku, di antaranya satu unit sepeda motor jenis Mio 125 tanpa nomor polisi, satu headset merek Robot warna hitam, charger handphone, tas noken, korek api gas warna kuning, serta satu buah noken kecil. Seluruh barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

    Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan kepada awak media pada Selasa (17/3) bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan hukum yang terus dilakukan aparat keamanan dalam menangani berbagai gangguan kamtibmas di wilayah Yahukimo.

    “Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Yahukimo terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara intensif terhadap berbagai kasus kriminal dan gangguan keamanan di wilayah Yahukimo. Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan bahwa aparat keamanan akan terus melakukan upaya pencarian dan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang berupaya menghindari proses hukum,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa saat ini pelaku telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Selain itu, aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Klas IIB Wamena terkait mekanisme penyerahan kembali narapidana tersebut.

    “Kami juga berharap pihak lembaga pemasyarakatan dapat terus meningkatkan sistem pengawasan dan pengamanan terhadap para narapidana, sehingga kejadian pelarian dapat diminimalisir dan proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menegakkan hukum serta memastikan para pelaku tindak pidana mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    “Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan dalam melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap keberadaan pelaku yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Wamena. Kami menegaskan bahwa setiap pelaku kejahatan akan tetap kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan di wilayah Yahukimo serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu aparat menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Papua,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Saat ini, aparat masih melakukan pengembangan lebih lanjut guna mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Mendaftar

    JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat melalui program Mudik Gratis Presisi 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Operasi Ketupat 2026 hingga Senin, 16 Maret 2026, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi aman ini terpantau sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

    Secara akumulatif, program ini telah berhasil menjaring sebanyak 32.721 orang peserta yang diberangkatkan melalui jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda di seluruh penjuru tanah air.

    Guna mendukung mobilitas massa dalam jumlah besar tersebut, Polri telah menyiagakan armada angkutan yang sangat memadai, mencakup 663 unit bus, 29 unit kendaraan Hiace, hingga penyediaan satu unit Kapal Motor Penumpang (KMP).

    Polda Jawa Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi peserta terbesar yang mencapai 13.040 orang dengan dukungan 326 unit bus, disusul oleh jajaran Polda Sumatra Barat yang memfasilitasi total 12.000 pemudik. Di wilayah ibu kota, Polda Metro Jaya juga berkontribusi besar dengan memberangkatkan 2.500 peserta menggunakan 60 unit bus.

    Sementara itu, variasi moda transportasi terlihat di Polda Aceh yang mengombinasikan bus dan puluhan unit Hiace, serta Polda Jawa Timur yang secara khusus menyediakan kapal laut untuk mengangkut ratusan penumpang beserta kendaraan roda dua milik masyarakat.

    Keberhasilan pencatatan pendaftar ini mendapat apresiasi langsung dari Korps Lalu Lintas Polri. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo, S.H., M.Hum. Ditemui Senin (16/03) sore, Kakorlantas menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mengikuti perjalanan mudik mereka bersama Korlantas Polri.

    “Antusiasme para pemudik yang mencapai lebih dari 32 ribu orang ini merupakan bukti nyata bahwa program Mudik Gratis Presisi 2026 sangat dinantikan oleh khalayak luas,” kata Kakorlantas.

    Lebih lanjut, Irjen Agus Suryo menegaskan, “Inisiatif ini bukan sekadar urusan logistik transportasi, melainkan wujud perhatian dan aksi humanis Polri untuk masyarakat, serta langkah strategis dalam mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik secara nasional”. Aksi tersebut selaras dengan semangat yang diusung kepolisian tahun ini, yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

    Irjen Agus Suryo berharap, melalui fasilitas ini, para peserta Mudik Gratis Presisi bisa merasa tenang selama di perjalanan, tiba dengan selamat di kampung halaman, serta merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga.

    Selain wilayah-wilayah dengan angka partisipasi ribuan, jajaran Polda lainnya seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Bengkulu dan Riau juga turut aktif memastikan setiap warga yang ingin pulang kampung mendapatkan akses transportasi yang layak. Pengaturan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi yang kurang aman untuk perjalanan jarak jauh. (*)

  • Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz di Kampung Kabiding, Kehangatan Warga dan Tawa Anak-Anak Warnai Pagi di Oksibil

    Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz di Kampung Kabiding, Kehangatan Warga dan Tawa Anak-Anak Warnai Pagi di Oksibil

    PEGUNUNGAN BINTANG — Pagi yang tenang di Kampung Kabiding, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (16/3/2026), terasa berbeda ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyusuri kampung tersebut dalam kegiatan patroli humanis. Di tengah udara pegunungan yang sejuk, kehadiran aparat justru disambut dengan senyum warga dan tawa anak-anak sekolah yang sedang memulai aktivitas belajar.

    Patroli yang dipimpin oleh Ipda Ranto Ahmad Chamdani, S.Km itu melibatkan sepuluh personel Satgas Tindak. Selain memantau situasi keamanan di sekitar SD Balil Kabiding 2, para personel juga menyempatkan diri menyapa warga yang ditemui di sepanjang kampung.

    Beberapa anak yang tengah berada di halaman sekolah tampak penasaran melihat kedatangan para personel. Dengan langkah ragu namun penuh rasa ingin tahu, mereka mendekat. Para anggota Satgas pun menyambutnya dengan senyum dan sapaan hangat. Suasana yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi akrab ketika para personel mulai bercengkerama dengan para siswa, menanyakan kegiatan belajar mereka, hingga berbagi cerita ringan.

    Di sudut kampung, sejumlah warga yang sedang beraktivitas juga ikut menyapa. Percakapan sederhana pun terjalin—tentang kehidupan sehari-hari, kondisi kampung, hingga harapan agar situasi tetap aman sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang.

    Kehadiran personel di tengah masyarakat pagi itu bukan sekadar melakukan patroli keamanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan hangat antara aparat dan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan di wilayah pegunungan Papua.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua.

    “Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kami di Papua. Melalui patroli seperti ini, personel tidak hanya memastikan situasi tetap aman, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi.

    “Kehadiran personel di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat merasa lebih aman sekaligus ikut berperan dalam menjaga situasi keamanan di lingkungannya,” ungkap Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.

    Menjelang akhir patroli, para personel kembali melanjutkan pemantauan di sekitar kampung sebelum meninggalkan lokasi. Sementara itu, anak-anak kembali ke ruang kelas dengan wajah ceria, meninggalkan jejak kecil dari pertemuan singkat yang menghadirkan rasa aman sekaligus kehangatan di Kampung Kabiding.

    Dari hasil pelaksanaan patroli tersebut, situasi di Kampung Kabiding terpantau aman dan kondusif. Bagi warga setempat, kehadiran personel Satgas Ops Damai Cartenz bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah kehidupan mereka sehari-hari.

  • Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

    Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

    JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, kembali menegaskan pentingnya penguatan intelektualitas di tubuh Polri. Sebanyak 39 dari total 40 buku yang ditulisnya kini resmi terdaftar dalam perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada Senin (16/3/2026).

    Langkah ini menjadi penegasan bahwa transformasi Polri tidak hanya bertumpu pada kemampuan operasional, tetapi juga pada penguatan riset, gagasan, serta pemikiran strategis yang terdokumentasi secara akademis. Pendaftaran karya tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan negara terhadap ide dan pemikiran yang lahir dari pengalaman panjang di berbagai medan tugas kepolisian.

    Dari total 40 buku yang telah ditulis, sebanyak 39 judul diterbitkan oleh penerbit Raja Grafindo Persada, sementara satu buku lainnya diterbitkan oleh Penerbit Universitas Brawijaya dengan judul “Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme.”

    Wakapolri menegaskan bahwa pengalaman lapangan harus diabadikan dalam bentuk pengetahuan agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus Polri.

    “Polisi masa kini tidak boleh hanya mengandalkan otot dan kewenangan, tetapi harus berbasis pada ilmu pengetahuan. Menulis bagi saya adalah cara berbagi sekaligus mengabadikan pengalaman lapangan agar dapat dirumuskan menjadi teori dan pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, generasi Polri masa kini memiliki bekal wawasan, perspektif, dan referensi untuk terus berkembang serta mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” ujar Dedi Prasetyo setelah menerima sertifikat HAKI.

    Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci bagi institusi kepolisian untuk menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.

    “Polri perlu dibekali wawasan dan keilmuan yang cukup untuk bisa memenuhi ekspektasi ideal masyarakat Indonesia terhadap institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.

    Ke-39 buku tersebut mencakup berbagai bidang strategis kepolisian, mulai dari strategi keamanan dan kamtibmas, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional, penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan dan mitigasi bencana.

    Beberapa karya juga membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern, manajemen media sebagai cooling system untuk menjaga stabilitas keamanan, hingga reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi.

    Melalui karya-karya tersebut, Wakapolri berupaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif. Pendekatan keamanan tidak lagi dipahami semata sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan terdaftarnya puluhan buku tersebut dalam HAKI, karya-karya ini kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas dalam memahami dinamika keamanan dan strategi kepolisian modern.

    Warisan pemikiran tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi generasi Polri berikutnya untuk mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi dalam mendukung transformasi instit

  • Arus Mudik Baru 25 Persen Tinggalkan Jakarta, Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Prioritas Operasi Ketupat 2026

    Arus Mudik Baru 25 Persen Tinggalkan Jakarta, Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Prioritas Operasi Ketupat 2026

    KORLANTAS POLRI, Cikampek – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum mengatakan bahwa situasi arus lalu lintas mudik lebaran 2026 masih sangat terkendali.

    Hal itu ia sampaikan di Posko Command Center KM 29, Cikampek, Minggu (15/3/2026). Kakorlantas mencatat bahwa sebanyak 25 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

    “Kami laporkan bahwa arus lalu lintas saat ini cukup terkendali. Jadi, belum nampak kepadatan. Namun demikian yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Transjawa, Bandung, dan Sumatera,” kata Kakorlantas.

    Selain itu, tingkat fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun 45 persen ketimbang tahun lalu. Hal ini menjadi catatan yang positif mengingat segala bentuk persiapan telah dilakukan sejak jauh hari.

    “Tetapi yang paling penting, saya sampaikan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen. Jadi, fatalitas korban turun 45 persen,” tegas Kakorlantas.

    Kakorlantas juga menilai kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik terbukti efektif dalam memberikan ruang bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang, sehingga arus lalu lintas dapat tetap mengalir dengan lancar.

    Selain itu, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif melalui manajemen rekayasa lalu lintas berdasarkan data traffic counting yang dipantau secara real-time.

    “Alhamdulillah SKB ini sangat strategis bahwa flow daripada lalin yang ada di jalan tol dan alteri cukup terkendali. Dari dua hari ini kita melakukan sosialisasi dan bahkan tadi malam kami sudah melakukan tindakan tegas,” tutur dia.

    “Apabila masih ada kendaraan sumbu tiga melintasi tol, karena ini bagian daripada komitmen bersama, bagaimana kita memerintahkan untuk ditindak,” sambungnya.

    Apabila dari situasi harkamtibmas, laporan mengenai kriminalitas menonjol tercatat nihil, sementara kondisi di berbagai simpul transportasi utama stasiun, bandara, terminal cukup terkendali

    “Sekali lagi, kami hadir untuk melayani masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Selamat pergi, selamat kembali,” pungkasnya.

  • Patroli Humanis Ops Damai Cartenz Hadirkan Senyum dan Rasa Aman bagi Warga Sinak

    SINAK – Suasana hangat terlihat di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli pada Sabtu (14/3/2026). Di tengah aktivitas masyarakat di wilayah pegunungan Papua itu, kehadiran aparat tidak hanya membawa pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kedekatan dengan warga.

    Saat menyusuri kampung, sejumlah personel terlihat menyapa warga yang sedang beraktivitas. Anak-anak yang awalnya hanya memperhatikan dari kejauhan perlahan mendekat, penasaran dengan kedatangan para anggota. Sapaan hangat dan senyum yang dibalas oleh warga membuat suasana patroli terasa lebih akrab, seolah memperlihatkan bahwa kehadiran aparat bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

    Patroli tersebut dilakukan di sekitar Kampung Gigobak sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman dan nyaman. Selain memantau situasi wilayah, personel juga melakukan pengamanan terhadap sejumlah objek vital yang berada di sekitar Distrik Sinak.

    Bagi warga setempat, kehadiran aparat di tengah kampung menjadi penanda bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa tenang, terutama di wilayah pegunungan yang memiliki tantangan keamanan tersendiri.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli yang dilakukan oleh personel tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang hangat dengan masyarakat.

    “Patroli yang dilakukan oleh personel kami tidak semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat bagi warga,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua, karena kepercayaan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

    “Keamanan tidak bisa diwujudkan hanya oleh aparat saja. Diperlukan dukungan dan kerja sama dari masyarakat. Karena itu kami terus mengedepankan pendekatan humanis agar tercipta kepercayaan dan komunikasi yang baik dengan warga,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi di Distrik Sinak terpantau aman dan kondusif. Warga menyambut positif kehadiran personel yang rutin melakukan patroli di wilayah mereka. Sapaan sederhana, percakapan singkat, hingga tawa kecil bersama anak-anak kampung menjadi gambaran bahwa keamanan juga dapat dibangun melalui kedekatan dan rasa saling percaya.

    Melalui patroli rutin yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan, Operasi Damai Cartenz 2026 terus berupaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat di Tanah Papua.

  • Pastikan Pemudik Terlayani Maksimal, Kapolres Metro Depok Tinjau Pos Pam dan Pos Yan

    Depok – Kapolres Metro Depok Abdul Waras melaksanakan kegiatan pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang tersebar di wilayah hukum Polres Metro Depok. Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana prasarana dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik.

    Dalam pengecekan tersebut, Kapolres meninjau langsung kesiapan petugas yang berjaga serta fasilitas yang disediakan bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar para pemudik yang melintas di wilayah Kota Depok dapat merasakan keamanan, kenyamanan, serta pelayanan yang maksimal selama perjalanan mudik.

    Selain personel kepolisian, Pos Pam dan Pos Yan juga melibatkan berbagai unsur instansi terkait yang turut bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa fasilitas yang tersedia di pos tersebut di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan seperti cek tekanan darah (tensi), tempat istirahat bagi pemudik, serta bantuan informasi perjalanan.

    Kapolres Metro Depok menegaskan bahwa keberadaan Pos Pam dan Pos Yan ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama instansi terkait dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama periode arus mudik dan balik. Dengan adanya pelayanan terpadu tersebut, diharapkan para pemudik dapat beristirahat sejenak, memeriksa kondisi kesehatan, serta melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. Melalui kegiatan pengecekan ini, Kapolres juga memberikan arahan kepada seluruh petugas agar selalu memberikan pelayanan yang humanis, sigap, dan responsif kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan. Sinergi antar instansi di Pos Pam dan Pos Yan diharapkan dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kota Depok.

  • Polres Metro Depok Bersama Forkopimda Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026 untuk Pengamanan Mudik Lebaran

    Depok – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik Hari Raya Idul Fitri, Polres Metro Depok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

    Apel dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Depok, Bapak Mangnguluang Mansyur. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.

    Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi antarinstansi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik maupun arus balik.

    Kapolres Metro Depok dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam pelaksanaan operasi ini. Personel yang terlibat diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kota Depok.

    Melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara optimal dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik Idul Fitri di wilayah Kota Depok berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

  • Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat di Sekitar Mabes Polri

    Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat di Sekitar Mabes Polri

    Jakarta – Mabes Polri bersama para jurnalis menggelar kegiatan berbagi kepada masyarakat dengan membagikan sekitar 1.500 paket makanan dan takjil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di sekitar kawasan Mabes Polri, Jakarta Selatan.

    Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudho Wisnu Andiko, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

    “Seperti para pengemudi ojek online dan juga pengemudi kendaraan umum lainnya. Mereka yang masih bekerja di jalan tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Trunoyudho juga berharap pelaksanaan arus mudik masyarakat ke depan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Ia memastikan jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah serta pelayanan maksimal guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

    “Keselamatan adalah hal yang paling utama dalam perjalanan mudik. Yang terpenting bukan seberapa cepat sampai, tetapi bisa tiba di tujuan dengan selamat,” jelasnya.

    Selain itu, Trunoyudho mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan situasi di lingkungan tempat tinggal ataupun memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan dan rumah yang ditinggalkan selama mudik kepada kepolisian.

    Menurutnya, masyarakat dapat berkoordinasi dengan RT maupun RW setempat, serta memanfaatkan peran Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

    “Bisa juga menitipkan kendaraan di Polsek atau kantor kepolisian t

  • Satgas Ops Damai Cartenz Salurkan Bantuan Sosial, Hangatkan Hati Santri dan Anak Panti di Jayapura

    Satgas Ops Damai Cartenz Salurkan Bantuan Sosial, Hangatkan Hati Santri dan Anak Panti di Jayapura

    Jayapura – Senyum dan rasa haru terpancar dari wajah para santri dan anak-anak panti asuhan saat menerima kunjungan personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang datang membawa bantuan sosial di Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (10/3).

    Kehadiran aparat di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Sentani, dan Panti Asuhan Putri Karahiman di Hawai bukan sekadar menyerahkan bantuan bahan pokok, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan kepedulian yang terasa dekat di hati para penerima. Sejumlah kebutuhan pangan seperti beras, mi instan, telur, serta bahan pokok lainnya disalurkan untuk membantu kebutuhan sehari-hari para santri dan anak-anak panti.

    Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin oleh Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Administrasi dan Manajemen Operasi (Kaminops) Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Hendrik Purwono. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIT dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

    Di halaman pesantren dan panti asuhan, interaksi sederhana antara personel Satgas dengan para santri dan anak-anak panti menciptakan momen yang hangat. Canda ringan, senyum tulus, serta doa-doa yang dipanjatkan menjadi gambaran bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan.

    “Kegiatan bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak di pondok pesantren dan panti asuhan. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membawa manfaat serta kepedulian bagi masyarakat,” ujar Brigjen Faizal.

    Menurutnya, kehadiran aparat yang dekat dengan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara negara dan masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menambahkan bahwa kegiatan sosial menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih hangat antara aparat keamanan dan masyarakat.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz di Papua tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Kombes Adarma.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan saling mendukung demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua.

    Di tengah berbagai dinamika yang ada, momen kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa sentuhan kemanusiaan dan kepedulian sederhana mampu menghadirkan harapan serta kehangatan bagi banyak orang. Bagi para santri dan anak-anak panti, kunjungan tersebut bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa senyum, perhatian, dan rasa bahwa mereka tidak sendiri.