Blog

  • Polisi Ungkap Peredaran Obat Berbahaya Tanpa Izin di Tanjung Priok, Satu Pelaku Diamankan

    Polisi Ungkap Peredaran Obat Berbahaya Tanpa Izin di Tanjung Priok, Satu Pelaku Diamankan

    Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya (Daftar G) tanpa izin di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku yang diduga berperan sebagai penjual.

    Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat pada Kamis, terkait adanya aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya di kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operasional Satresnarkoba melakukan observasi di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Rawa badak, Tugu Utara, dan Kebon Bawang Tanjung Priok.

    Petugas menemukan sebuah toko kosmetik bernama Toko Bahari yang berlokasi di Jalan Bakti Raya, Kebon Bawang, Tanjung Priok. Dari lokasi tersebut, polisi mendapati ratusan butir obat-obatan berbahaya yang dijual tanpa izin resmi.

    Pelaku yang diamankan diketahui bernama AW (27), seorang laki-laki asal Aceh Utara. Ia diduga berperan sebagai penjual obat-obatan tersebut.

    Dari hasil penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa:
    272 butir obat jenis Excimer
    209 butir Tramadol
    121 butir Trihexyphenidyl
    121 butir Alprazolam dan sejenisnya
    Selain itu, turut diamankan barang bukti non-narkotika berupa satu unit handphone dan uang tunai sebesar Rp1.500.000.
    Selanjutnya, pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

    Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukan dan ketentuan hukum.

    “Pengungkapan ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan masyarakat,” ujarnya.

  • Operasi Kejahatan Jalanan Polres Metro Bekasi, Petugas Bubarkan Kelompok Remaja di Jababeka

    Operasi Kejahatan Jalanan Polres Metro Bekasi, Petugas Bubarkan Kelompok Remaja di Jababeka

    Kabupaten Bekasi – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan Polres Metro Bekasi melalui Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) yang dilaksanakan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 2–3 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil membubarkan sejumlah kelompok remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di kawasan Jababeka.

    Operasi yang dimulai pukul 22.30 WIB ini dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pamenwas) Kompol Bowo Lesmono, didampingi Pawasdal IPTU Untung, dengan melibatkan 52 personel gabungan. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan, kemudian dilanjutkan patroli biru ke sejumlah titik rawan.

    Petugas menyasar area Ruko Citywalk Jababeka yang kerap menjadi titik berkumpulnya remaja pada malam akhir pekan. Di lokasi tersebut, personel mendapati adanya kelompok remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, seperti aksi tawuran maupun balap liar.

    Dengan pendekatan humanis namun tegas, petugas langsung membubarkan kerumunan tersebut serta memberikan imbauan kamtibmas agar para remaja tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Perwira Pengawas Kompol Bowo Lesmono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
    “Kami tidak ingin ada ruang bagi potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang melibatkan kelompok remaja pada malam hari. Kehadiran polisi di lapangan adalah untuk mencegah, bukan hanya menindak. Kami juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di malam akhir pekan,” tegasnya.

    Setelah pembubaran, patroli dilanjutkan ke sejumlah titik lainnya untuk mengantisipasi aksi 3C (curat, curas, curanmor) serta balap liar, termasuk melakukan pemantauan di area publik dan fasilitas umum.

    Polres Metro Bekasi menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli dan Operasi Kejahatan Jalanan guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus mencegah potensi kenakalan remaja yang dapat berkembang menjadi tindak kriminal.

  • Heroik! Ditpolairud PMJ Selamatkan 11 Pemancing dari Kapal Bocor di Tanjung Priok

    Heroik! Ditpolairud PMJ Selamatkan 11 Pemancing dari Kapal Bocor di Tanjung Priok

    Jakarta – Aksi cepat anggota Ditpolairud Polda Metro Jaya menyelamatkan 11 orang dari kapal pancing yang bocor di perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

    Peristiwa terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal pancing bernama JODY II dilaporkan mengalami kebocoran di alur pelabuhan luar dam Tanjung Priok setelah petugas menerima informasi dari komunitas nelayan Marunda.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, dua kapal patroli yakni KP VII-1014 dan KP VII-1008 langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan evakuasi terhadap 3 kru dan 8 pemancing yang berada di atas kapal.

    Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mustofa mengatakan seluruh korban berhasil diselamatkan berkat respons cepat personel di lapangan.

    “Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak cepat ke lokasi dan mengevakuasi seluruh korban. Alhamdulillah semua penumpang dan kru berhasil diselamatkan,” kata Mustofa.

    Kombes Mustofa menjelaskan, kebocoran kapal diduga akibat pipa as propeller yang terlepas karena getaran mesin. Saat proses evakuasi, kapal sempat ditarik menuju Dermaga BKT Marunda, namun kondisinya semakin memburuk hingga sebagian tenggelam.

    “Yang utama adalah keselamatan jiwa. Kapal memang tidak bisa diselamatkan sepenuhnya, tapi seluruh korban berhasil kami evakuasi dengan selamat,” ujarnya.

    Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa ke Dermaga BKT Kampung Kepuh, Marunda, Jakarta Utara. Polisi juga telah melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap kru kapal untuk memastikan penyebab kejadian.

  • Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis dan Sambang ke SDN Bale, Perkuat Kedekatan Humanis dengan Masyarakat

    Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis dan Sambang ke SDN Bale, Perkuat Kedekatan Humanis dengan Masyarakat

    Pegunungan Bintang — Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli dialogis yang dirangkai dengan kegiatan sambang ke SDN Bale, Distrik Kabiding, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, sekaligus memperkuat pendekatan humanis aparat kepada masyarakat, khususnya di wilayah kabupaten pegunungan Bintang.

    Patroli yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIT tersebut, dengan menyasar langsung lingkungan masyarakat dan sektor pendidikan. Dalam pelaksanaan kegiatan sambang di SDN Bale, personel Satgas Ops Damai Cartenz berinteraksi hangat dengan para siswa dan tenaga pendidik, menciptakan suasana penuh keakraban serta rasa aman.

    Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara persuasif kepada masyarakat dan pihak sekolah. Kehadiran aparat di lingkungan pendidikan ini menjadi bentuk nyata pendekatan humanis, yang tidak hanya menjaga stabilitas keamanan tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat sejak usia dini.

    Hasil patroli menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Secara umum, situasi di Distrik Kabiding dan Distrik Oksibil dilaporkan dalam kondisi aman, kondusif, dan terkendali. Hubungan silaturahmi antara personel Ops Damai Cartenz dengan masyarakat pun terjalin dengan baik.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S. Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa patroli dialogis yang menyasar ke masyarakat dan lembaga pendidikan merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis aparat di Papua.

    “Patroli dialogis yang dilakukan personel tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. Kehadiran anggota di sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman serta menumbuhkan kepercayaan terhadap aparat,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan sambang ke sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas keamanan jangka panjang.

    “Pendekatan humanis melalui kegiatan sambang, khususnya di lingkungan pendidikan, merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat. Dengan terjalinnya kedekatan sejak dini, diharapkan situasi kamtibmas dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

    Dukungan positif juga disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik di SDN Bale, Yohana Wanimbo, S.Pd., yang mengapresiasi kehadiran personel Satgas Ops Damai Cartenz di lingkungan sekolah.

    “Kami merasa sangat Senang dengan kehadiran bapak-bapak dari Satgas. Anak-anak menjadi lebih merasa aman dan senang karena bisa berinteraksi langsung. Ini juga memberikan edukasi positif bagi mereka tentang pentingnya menjaga keamanan dan kedisiplinan sejak dini,” tuturnya.

    Ke depan, Satgas Ops Damai Cartenz akan mengintensifkan patroli dialogis baik secara jalan kaki maupun menggunakan kendaraan, khususnya di titik-titik rawan dan objek vital. Selain itu, komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama juga akan terus diperkuat guna mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

    Dengan pendekatan humanis yang konsisten, diharapkan kehadiran aparat tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan harmonis di wilayah Pegunungan Bintang.

  • Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal

    Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal

    DIY – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat.

    Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026).

    “Dan ke depan kita harapkan Polda DIY betul-betul bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya,
    kota pariwisata, kota pendidikan,” kata Sigit di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026).

    Pembangunan ini sendiri bertajuk ‘Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono’. Sigit mengapresiasi Pemprov DIY terkait seluruh dukungan terkait pembangunan Mapolda Yogyakarta.

    “Jadi ini adalah bentuk dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan yang tentunya kita memahami bahwa ini adalah titipan amanah terkait dengan pembangunan ini sebagaimana tema dari pembangunan Mapolda yaitu Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono,” ujar Sigit.

    Sebagaimana artinya, Sigit meminta agar jajarannya bisa menjaga, memperbaiki dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat yang tentunya ini sejalan dengan Tri Brata dan Catur Prasetya.

    “Dan juga kami juga mendapatkan amanah agar ke depan gedung Polda DIY ini dibangun dengan konsep smart city, tadi kita mendapatkan amanah dari Bapak Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono titipan dari masyarakat Yogya agar gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung yang hanya fisiknya saja tapi juga bisa melaksanakan fungsinya untuk bisa tampil sebagai pelayanan kepolisian yang memiliki kemampuan data-driven police hub,
    social listening and sentiment intelligence system, cyber security defense center serta decision intelligence and knowledge system,” papar Sigit.

    Karenanya, Sigit menekankan, jajaran Polda DIY harus mendukung konsep dari Daerah Istimewa Yogyakarta. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh para pemangku jabatan, pemangku kepentingan dan juga harapan besar dari masyarakat Yogya terhadap kinerja Polri untuk betul-betul bisa profesional, dekat dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Ungkap Kedepankan 4 Konsep Smart City

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Ungkap Kedepankan 4 Konsep Smart City

    DIY – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peletakan batu pertama Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Sigit, pembangunan ini mengedepankan empat konsep Smart City.

    Pertama, kata Sigit, terkait data dan driven policing hub, yakni pusat kendali kepolisian yang menggunakan data dari berbagai sumber secara real-time untuk membantu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis fakta.

    “Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat,” kata Sigit dalam sambutannya di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026).

    Kemudian, kata Sigit, Mapolda DIY bakal dilengkapi cyber security defense center. Adapun itu adalah, pusat perlindungan digital yang bertugas menjaga sistem dan data dari serangan siber, seperti peretasan, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya.

    Lalu yang terakhir, decision intelligence and knowledge system. Menurut Sigit, Mapolda DIY nantinya dipengkapi sistem yang mengolah data dan pengalaman menjadi pengetahuan.

    “Sehingga membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan,” tutup Sigit.

  • Polisi Siagakan Posko di RSUD Bekasi, Kawal Pelayanan Korban Kecelakaan KA

    Jakarta — Polda Metro Jaya menyiagakan posko pelayanan di RSUD Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

    Posko tersebut didirikan melalui jajaran Polsek Bekasi Selatan. Kehadiran polisi di lokasi untuk memastikan proses pelayanan medis terhadap korban berjalan aman, tertib, dan lancar.

    Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, personel kepolisian disiagakan untuk membantu kelancaran pelayanan di rumah sakit.

    “Kami memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan optimal. Personel hadir untuk mendukung kelancaran pelayanan medis, sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga korban,” ujar Kusumo.

    Sebanyak 22 korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Polisi turut membantu pengaturan situasi di area rumah sakit serta memfasilitasi kebutuhan keluarga korban.

    Kombes Pol Kusumo menegaskan, posko tersebut bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam situasi darurat.

    “Prinsipnya, kami hadir untuk melayani. Korban dan keluarga harus mendapatkan pendampingan yang baik, sementara situasi di rumah sakit tetap kami jaga agar kondusif,” tuturnya.

  • Kapolda Letakkan Batu Pertama Mako Polres Metro Depok: Pelayanan Harus Makin Baik

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, dan Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mako Polres Metro Depok di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Rabu (29/4/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Metro Jaya, unsur Forkopimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Depok.

    Pembangunan Mako Polres Metro Depok ini menjadi langkah penguatan sarana dan prasarana kepolisian. Fasilitas baru tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan Polri yang lebih cepat, nyaman, dan optimal bagi masyarakat Kota Depok.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa pembangunan Mako Polres Metro Depok bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Kantor kepolisian harus menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat. Tempat yang aman untuk didatangi, membuat masyarakat merasa dihargai, serta menghadirkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kapolda di lokasi.

    Ia juga mengingatkan jajaran Polres Metro Depok agar terus menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Jangan sakiti hati masyarakat dan jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas pengabdian dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Depok. Ia menegaskan bahwa dukungan pembangunan Mako Polres merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik.

    Tidak hanya itu, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras menyampaikan, pembangunan Mako Polres Metro Depok menjadi simbol semangat baru bagi jajaran Polres Metro Depok dalam menjawab harapan masyarakat.

    Dengan fasilitas yang lebih representatif, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin baik, cepat, nyaman, dan profesional.

  • Korban Meninggal Bertambah Menjadi 16 Orang, Polisi Usut Kecelakaan Beruntun KA di Bekasi Timur

    Jakarta — Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

    “Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya.

    Peristiwa bermula ketika sebuah taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu kejadian awal.

    Tidak lama berselang, rangkaian KRL yang sempat berhenti kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

    Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat 16 orang setelah adanya penambahan satu korban dari RSUD Kota Bekasi.

    “Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.

    Terkait dugaan penyebab, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

    “Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.

    Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

    Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tutupnya.

  • Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya Temukan Korban Tenggelam Setelah Sisir Sungai BKT Jakut

    Jakarta — Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya bersama unsur SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di aliran DAS Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (29/4/2026).

    Korban diketahui berinisial N (43), warga Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi. Ia sebelumnya dilaporkan jatuh ke aliran DAS BKT sekitar pukul 06.00 WIB.

    Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang yang jatuh dan hilang di aliran BKT.

    “Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian,” ujar Kombes Mustofa dalam keterangannya.

    Dalam proses pencarian, sebanyak 10 personel Ditpolairud Polda Metro Jaya diterjunkan bersama Basarnas, Damkar, BPBD, serta dibantu masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Setelag sekitar 4 jam pencarian, jenazah korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi untuk diserahkan ke keluarga.

    Kombes Pol Mustofa juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama dalam kondisi lelah atau mengantuk, guna menghindari kejadian serupa.

    “Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima saat berkendara. Apabila merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” tutupnya.