Blog

  • Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyerangan KKB yang menyebabkan Lima Warga Sipil meninggal dunia di Yahukimo

    Yahukimo, Papua Pegunungan – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) tengah melakukan penyelidikan mendalam menyusul aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Kejadian berlangsung dalam dua tahap pada Minggu (20/9/2025) hingga Senin (21/9/2025).

    Berdasarkan keterangan saksi inisial DA, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT, dua pekerja ditemukan meninggal dunia dengan luka kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki, Distrik Seradala. Mengetahui insiden tersebut, sejumlah penambang berencana menuju Dekai untuk menyelamatkan diri, namun urung dilakukan karena cuaca buruk.

    Keesokan harinya, Senin sekitar pukul 08.00 WIT, KKB kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum. Kelompok tersebut menggunakan panah dan senjata api, menyebabkan kepanikan di antara para penambang. Dalam aksi ini, tiga orang pekerja tambang kembali menjadi korban keganasan KKB.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan, Satgas di Yahukimo telah menerima informasi mengenai adanya tiga korban tambahan dari aksi kekerasan KKB.

    “Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini,” ujar Brigjen Faizal.

    Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat mengkonfirmasi jumlah pasti dan identitas korban karena belum berhasil mencapai lokasi kejadian perkara (TKP).

    “Sampai sekarang kami belum sampai TKP. Kemarin kami sudah coba datang, tetapi ada kontak tembak yang tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

    Selain kontak tembak, Brigjen Faizal juga menyebutkan bahwa evakuasi yang direncanakan hari ini terpaksa ditunda akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Yahukimo sejak pagi.

    “Hujan sangat lebat di Yahukimo hari ini. Akhirnya diputuskan untuk tidak dilanjutkan atau tidak jadi hari ini melakukan evakuasi,” katanya. Kondisi ini membuat tim evakuasi sulit menyeberangi sungai yang arusnya menjadi deras.

    Terkait total korban, Brigjen Faizal menyebutkan bahwa informasi sementara yang diterima adalah lima orang, namun hal ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

    “Informasi yang kami dapat ada lima,” tambahnya.

    Brigjen Faizal menambahkan bahwa data para korban masih dalam proses penyelidikan.

    ”Pihaknya baru akan dapat memastikan data korban setelah jenazah berhasil dievakuasi dan dicocokkan.” Tutupnya

    Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyatakan bahwa penguatan patroli dan pengamanan telah ditingkatkan guna memulihkan rasa aman dan mencegah terulangnya korban jiwa.

    Satgas Ops Damai Cartenz juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat. Polri menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

  • Kisah Inspiratif Polisi di Bekasi Bina Peternakan Kambing dan Unggas, Bantu Warga Naik Kelas Ekonomi

    BEKASI – Di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian, Aipda Octafiyanto Wijaya atau yang akrab disapa Octaf, membuktikan bahwa abdi negara juga bisa menjadi agen perubahan ekonomi masyarakat. Bertugas sebagai Paurmin Seksi Humas Polres Metro Bekasi, Octaf aktif membina masyarakat peternakan kambing dan unggas di Kampung Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Senin (22/9/25)

    Apa yang dilakukan Octaf bukan hanya soal beternak. Ia memberdayakan masyarakat sekitar, salah satunya Adam Rosadi (46), warga setempat yang sebelumnya bekerja serabutan dan kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya.

    Dua tahun lalu, Octaf mempercayakan enam ekor kambing jenis domba kepada Adam untuk dikelola. Kini, kambing-kambing itu berkembang biak menjadi 23 ekor. Dari hasil penjualan sudah enam ekor kambing dijual dan meraup keuntungan senilai Rp12 juta rupiah, Adam mampu membiayai kuliah anak pertamanya yang kini duduk di semester tiga Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

    Tidak hanya itu, keduanya juga mengembangkan peternakan unggas dengan sistem kandang terbuka. Lebih dari 100 ekor unggas seperti ayam kampung, bebek, entok hingga ayam kalkun dipelihara secara alami. Sistem ini menekan biaya pakan karena unggas dibiarkan mencari makan sendiri dari lingkungan sekitar serta limbah organik dari pasar dan pabrik tahu tempe.

    Setiap hari, Adam menjual telur bebek dan ayam kampung dengan pendapatan harian antara Rp50 ribu rupiah hingga Rp100 ribu rupiah. Sebagian telur ditetaskan, anakannya dijual ke pasar untuk mencukupi kebutuhan bulanan. Sementara untuk momen hari besar seperti Idul Adha, kambing dan idhul Fitri entok jantan dewasa dijual sebagai pemasukan tahunan.

    Menariknya, Octaf nyaris tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari hasil peternakan ini. Baginya, kebahagiaan warga binaannya yang berhasil mandiri secara ekonomi adalah bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

    “Awalnya saya lihat Encang Adam ini kerja serabutan, susah. Saya tawari piara kambing buat tambahan penghasilan, Alhamdulillah dia semangat, sekarang hasilnya bisa untuk biaya kuliah sekolah anak,” kata Octaf saat ditemui di kandang ternaknya.

    Adam mengaku, bantuan dari Octaf bukan sekadar memberi kambing, tapi juga memberikan harapan dan kepercayaan. Ia kini tak hanya memiliki sumber penghasilan harian, tapi juga bisa menata masa depan keluarganya dengan lebih baik.

    Dari kandang sederhana di pelosok Bekasi ini, lahir kisah inspiratif tentang sinergi antara aparat negara Kepolisian dan masyarakat. Sebuah contoh konkret bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, selama ada niat dan kepedulian.

  • Direktur Idensos Densus 88 AT Lakukan Kunjungan Kerja ke PT Sang Hyang Seri Subang, Jalin Silaturahmi dengan Eks Napiter

    Subang, 22 September 2025 – Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke PT Sang Hyang Seri (SHS) Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (22/9/2025).
    Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini turut perwakilan manajemen PT Sang Hyang Seri, serta sejumlah mantan narapidana terorisme (napiter) yang kini bekerja di perusahaan tersebut.
    Dalam agenda tersebut, Brigjen Arif bersama rombongan meninjau lahan pertanian padi, kandang domba, hingga kolam budidaya ikan lele di area PT Sang Hyang Seri. Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama serta diskusi mengenai ketahanan pangan bersama jajaran manajemen perusahaan.
    Brigjen Arif juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para eks napiter yang kini aktif menjaga dan bekerja di lingkungan PT Sang Hyang Seri. Ia memberikan pesan agar mereka tetap semangat dalam mengembangkan usaha pertanian dan budidaya pangan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi.
    “Semangat ini harus terus dijaga. Budidaya padi maupun usaha lain di bidang pangan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Brigjen Arif.
    Acara diakhiri dengan ramah tamah bersama jajaran Direksi Komunikasi dan manajemen PT Sang Hyang Seri.

  • Brimob Polda Metro Jaya Tunjukkan Pengamanan Humanis di Aksi Unjuk Rasa Jakarta

    Brimob Polda Metro Jaya Tunjukkan Pengamanan Humanis di Aksi Unjuk Rasa Jakarta

    Jakarta, 22 September 2025 – Suasana berbeda tampak dalam pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (22/9/2025). Di tengah riuh orasi dan padatnya barisan massa, personel Brimob Polda Metro Jaya justru hadir dengan pendekatan humanis.

    Bukan dengan tameng atau pengeras suara, melainkan dengan senyum ramah, roti, dan air mineral yang dibagikan kepada peserta aksi. Langkah sederhana itu langsung mencairkan ketegangan, membuat barisan massa perlahan lebih tertib.

    Tak berhenti di situ, momen haru terjadi ketika aparat bersama peserta aksi melantunkan shalawat dengan penuh kekhusyukan. Harmoni doa yang menyatu di tengah panas terik siang hari menggambarkan kedekatan antara aparat dan masyarakat.

    “Pengamanan ini menyejukkan hati. Rasanya seperti kita saling menjaga, bukan berhadapan,” ungkap Damar, salah satu peserta aksi.

    Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., Komandan Brimob Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa pendekatan penuh kepedulian menjadi kunci terciptanya suasana kondusif. “Kami percaya tugas pengamanan bukan hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menghormati kemanusiaan. Dengan sikap terbuka dan empati, kami ingin memastikan setiap warga yang menyampaikan aspirasi merasa dihargai. Semoga cara ini menjadi teladan bahwa dialog dan kepedulian dapat membangun kedamaian,” ujarnya.

    Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi pun berakhir aman hingga sore hari. Kehadiran Brimob bukan sekadar pelaksana tugas, tetapi juga pembawa pesan bahwa demokrasi di Indonesia dapat dijaga dengan hati yang teduh dan tindakan yang menebar kebaikan.

  • Cooling System: Satu Jam Mengaji Bersama Polisi Polda Metro Jaya, Wujud Nyata Jaga Jakarta

    Cooling System: Satu Jam Mengaji Bersama Polisi Polda Metro Jaya, Wujud Nyata Jaga Jakarta

    Jakarta – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Cooling System melalui program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara anggota kepolisian dan masyarakat dalam mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan menjaga keamanan dan ketertiban.

    Acara diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin oleh ustaz dan diikuti para personel kepolisian serta masyarakat. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus menjadi benteng moral dalam menghadapi tantangan sosial di Ibu Kota.

    Dirbinmas Polda Metro Jaya menegaskan, kegiatan religius ini merupakan bagian dari strategi Cooling System untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas. “Melalui kegiatan mengaji bersama, kami ingin menanamkan pesan damai, mempererat ukhuwah, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama Jaga Jakarta,” ujarnya.

    Polda Metro Jaya berkomitmen menghadirkan suasana kondusif dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Dengan semangat Jaga Jakarta, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, menolak segala bentuk provokasi, dan memperkuat persaudaraan demi terciptanya keamanan serta kedamaian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Cilincing, Satu Remaja Diamankan

    Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Cilincing, Satu Remaja Diamankan

    Jakarta Utara, – Polisi berhasil menggagalkan aksi tawuran remaja di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (21/9/2025) dini hari. Dalam operasi patroli rutin KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan), aparat Polsek Cilincing mengamankan seorang remaja berinisial MD (15) yang kedapatan membawa airsoft gun tanpa izin resmi.

    Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, S.T.K., S.I.K., menjelaskan peristiwa itu bermula saat tim patroli mendapati tiga remaja berboncengan dengan satu sepeda motor di sekitar Puri Dalam, Kalibaru. Pemeriksaan kemudian menemukan salah satu dari mereka membawa senjata airsoft gun lengkap dengan peluru gotri.

    “Dari hasil pendalaman, terungkap bahwa mereka sebelumnya sudah berjanji melalui media sosial Instagram untuk melakukan tawuran di wilayah Kalibaru. Beruntung sebelum bentrokan terjadi, anggota berhasil mencegah dan mengamankan mereka,” kata AKP Bobi di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

    MD, yang diketahui sudah tidak bersekolah dan tidak memiliki pekerjaan, kini diamankan di Polsek Cilincing untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan airsoft gun, dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan anak karena pelaku masih di bawah umur.

    AKP Bobi menegaskan, pihaknya akan terus memperketat patroli di titik rawan tawuran remaja. Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka, sehingga tidak mudah terjerumus dalam tindak kenakalan remaja.

  • Tinjau Langsung SPPG Pabelan, Kapolri Tekankan Perkuat Food Security

    Semarang – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pabelan, Polres Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Sigit meminta jajarannya untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan atau Quality Control melalui penerapan Food Security.

    Langkah ini, kata dia, untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji aman dan higienis bagi para penerima manfaat.

    “Saya selalu sampaikan pesan ke jajaran agar terkait dengan proses masak, distribusi sampai dengan di tempat selalu dilakukan Quality Control dengan melaksanakan tes Food Security. Sehingga memastikan bahwa pada saat makanan sampai di sekolah semua dalam keadaan higienis siap saja karena itu menjadi penekanan kita khususnya di jajaran SPPG di bawah naungan Mabes Polri dan Polda jajaran,” ujar Sigit.

    Sigit mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 617 SPPG Polri dengan rincian 103 SPPG telah operasional, 31 SPPG tahap persiapan operasional, dan 483 SPPG masih dalam tahap pembangunan. Jika seluruhnya beroperasi, layanan tersebut diperkirakan dapat menjangkau 2.159.500 penerima manfaat dan menyerap 30.850 tenaga kerja.

    Menurutnya, SPPG Pabelan Polres Semarang mulai beroperasi pada 22 September 2025 dengan melibatkan 50 orang pekerja untuk melayani 3.497 penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu menyusui, hingga ibu hamil.

    Dalam kesempatan yang sama, Sigit juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan beras SPHP. Hingga 22 September 2025, Polri tercatat telah menyalurkan 72.567 ton beras SPHP pada 54.454 lokasi di seluruh Indonesia.

    “Polri berkomitmen untuk terus mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai modal utama menggapai visi bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

  • Polsek Cikarang Pusat Gelar Operasi Kejahatan Jalanan Antisipasi 3C

    Senin malam, 23 September 2025, tepat pukul 23.40 WIB, Polsek Cikarang Pusat menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) untuk mengantisipasi tindak kejahatan berupa curat, curas, dan curanmor (3C) di wilayah hukumnya. Operasi ini dipimpin langsung oleh Iptu Akhmad Surbakti, SH., dengan melibatkan personel dari berbagai satuan seperti Reskrim, Samapta, Binmas, dan Lantas. Kegiatan berlangsung intensif dengan sasaran kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut.

    Dalam operasi ini, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan yang melewati wilayah hukum Polsek Cikarang Pusat. Metode body system yang melibatkan Intel dan Reskrim diterapkan untuk memeriksa secara ketat barang bawaan pengendara, guna antisipasi penyelundupan senjata tajam, bahan peledak, maupun narkoba. Pengawasan ini diharapkan mampu mencegah potensi tindak kriminal yang membahayakan keamanan masyarakat.

    Hasil operasi mencatat satu unit sepeda motor Honda Vario warna abu metalik diamankan karena tidak dilengkapi dengan surat kendaraan resmi (STNK). Pengendaranya kemudian diarahkan untuk melengkapi dokumen kendaraan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban sekaligus menjaga ketertiban dalam berlalu lintas.

    Setelah operasi selesai, Polsek Cikarang Pusat melanjutkan patroli mobile sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan kejahatan jalanan lainnya. Situasi di wilayah hukum saat ini dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian setempat.

  • SINERGI DUA JALUR PEMBENAHAN POLRI: MENJAWAB KRITIK TERHADAP TIM BENTUKAN KAPOLRI

    Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai kritik karena dianggap eksklusif dan tidak melibatkan masyarakat sipil.

    Menurut Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, kritik tersebut sesungguhnya lahir dari kesalahpahaman mengenai mandat, ruang lingkup, dan tujuan tim yang dibentuk oleh Kapolri.

    “Tim ini tidak dapat disamakan dengan Tim Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden, karena keduanya memiliki karakteristik, komposisi, dan sasaran yang berbeda,” kata Haidar Alwi, Senin (22/9/2025) malam.

    Menurutnya, tim bentukan Kapolri adalah tim internal yang ditugaskan untuk mengkaji, merancang, dan melaksanakan perubahan di tubuh Polri berdasarkan mandat konstitusional dan kebutuhan organisasi.

    Fokus utamanya adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur kelembagaan, sistem manajemen, mekanisme pengawasan internal, serta tata kelola sumber daya manusia.

    “Dengan kata lain, tim ini bekerja dari dalam untuk menyiapkan kerangka teknokratis dan operasional reformasi Polri, sehingga pembenahan (reformasi) tidak berhenti pada wacana, tetapi memiliki pijakan nyata di tingkat kelembagaan,” ungkap Haidar Alwi.

    Sementara itu, Tim Reformasi Polri bentukan Presiden memiliki pendekatan yang berbeda-beda karena melibatkan berbagai unsur, baik sipil masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga lembaga negara lainnya.

    Mandatnya lebih luas karena ditujukan untuk memberikan masukan strategis dari luar institusi kepolisian, menjamin keterbukaan, serta mengawal agar proses reformasi sejalan dengan harapan masyarakat.

    “Tim ini berfungsi sebagai penyeimbang dan pemberi perspektif eksternal sehingga tidak terjadi bias kepentingan internal yang berpotensi merusak tujuan pembenahan (reformasi),” ujar Haidar Alwi.

    Dengan demikian, kedua tim tersebut bukanlah bentuk duplikasi, melainkan saling melengkapi. Tim internal yang dibentuk Kapolri bekerja pada tingkat teknis-operasional untuk membenahi jantung organisasi.

    Sedangkan tim bentukan Presiden bertugas memberikan pengawasan dan Arah normatif agar reformasi benar-benar menyentuh aspek transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

    Kritik yang menyamakan keduanya sebagai langkah eksklusif justru dapat mereduksi esensi pembenahan Polri. Reformasi institusi sebesar Polri memang membutuhkan dua jalur sekaligus: pembenahan internal yang sistematis serta partisipasi eksternal yang inklusif.

    “Tanpa sinergi keduanya, pembenahan (reformasi) hanya akan menjadi slogan kosong yang terjebak dalam kepentingan politik maupun birokratis,” ungkap Haidar Alwi.

    Apabila masyarakat memahami perbedaan mandat dan fungsi antara tim bentukan Kapolri dan tim bentukan Presiden, maka kritik yang menuduh eksklusivitas akan kehilangan relevansinya. Yang diharapkan bukan penolakan, melainkan pengawalan agar kedua tim ini dapat berjalan paralel, saling mengisi, dan berakhir pada pembenahan Polri yang benar-benar kredibel.

    “Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun semata-mata oleh narasi, melainkan oleh kerja nyata yang ditopang oleh kolaborasi internal dan eksternal secara simultan,” pungkas Haidar Alwi.

  • Kapolri Dorong Polantas Tingkatkan Pelayanan Humanis, Dekat dengan Masyarakat

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) meningkatkan pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Pesan itu disampaikan Sigit saat menghadiri syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025).

    “Harapan kita untuk Korlantas jauh lebih bisa humanis, jauh lebih bisa dekat dengan masyarakat,” ujar Sigit.

    Menurutnya, polantas adalah garda terdepan Polri yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat di jalan raya. Karena itu, pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan menjadi prioritas.

    “Karena kita tahu pada saat berinteraksi dengan masyarakat di jalan, baik pagi, siang, malam kita menghadapi situasi masyarakat yang mungkin sedang capek, sedang buruk. Sehingga tentunya pelayanannya pun juga harus lebih humanis,” tuturnya.

    Sigit juga menekankan pentingnya prinsip senyum, sapa, dan salam dalam pelaksanaan tugas-tugas Polantas di lapangan. “Jadi tadi disampaikan bahwa senyuman adalah markah utama,” ucapnya.

    Dia menilai komunikasi yang baik merupakan kunci penyelesaian persoalan di lapangan, termasuk saat terjadi selisih paham antara petugas dan masyarakat.

    “Komunikasi yang bagus itu bisa mengubah, karena apapun seluruh pengguna jalan adalah masyarakat yang harus kita berikan hak yang sama. Sehingga tentunya kita hindari memberikan teguran yang sifatnya sanksi, tapi bagaimana kemudian membangunkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan dan keamanan berlalu lintas di jalan,” jelas Sigit.

    Kapolri juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi yang dilakukan Korps Lalu Lintas Polri melalui aplikasi Digital Korlantas. Menurutnya, inovasi itu mempermudah masyarakat mengakses layanan sekaligus memperkecil ruang birokrasi yang rawan penyalahgunaan.

    “Sehingga pelayanan yang diberikan tentunya mempermudah, memperkecil ada ruang-ruang birokrasi yang berpotensi terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

    Acara syukuran tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Karkorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. Komunitas pengemudi ojek online dan masyarakat turut hadir memeriahkan peringatan bertema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan.”