Blog

  • Prof Juanda: Polri Tidak Tepat Dijadikan Kementerian, Sudah Tepat sebagai Lembaga Non-Kementerian

    Jakarta — Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul sekaligus Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., menegaskan bahwa eksistensi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai lembaga non-kementerian telah tepat secara konstitusional, historis, yuridis, dan sosiologis, sehingga tidak relevan jika diubah menjadi sebuah kementerian.

    Hal tersebut disampaikan Prof. Juanda dalam kajian berjudul “Eksistensi Institusi Kepolisian Negara RI sebagai Lembaga Non-Kementerian: Analisis Perspektif Hukum Tata Negara”, yang disusun sebagai respons atas wacana reformasi kelembagaan Polri.

    Menurutnya, secara konstitusional, kedudukan Polri telah diatur secara khusus dalam Pasal 30 ayat (4) UUD NRI Tahun 1945, yang secara tegas menyebut Polri sebagai alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

    “Konstitusi sudah memberikan desain yang sangat jelas. Polri diatur secara khusus dalam Pasal 30 ayat (4) UUD NRI Tahun 1945 dengan tugas yang bersifat lintas bidang dan tidak dapat disederhanakan seperti fungsi kementerian,” ujar Prof. Juanda, Rabu (7/1).

    Ia menjelaskan, tugas dan fungsi Polri bersifat komprehensif dan multidimensional, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pelayanan publik, perlindungan dan pengayoman, hingga penegakan hukum. Karakter tersebut, kata dia, tidak sejalan dengan konsep kementerian yang umumnya hanya menangani satu sektor pemerintahan.

    Dari sisi historis, Prof. Juanda mengungkapkan bahwa pada awal kemerdekaan, Polri sempat berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dan ABRI. Namun dalam praktiknya, pengaturan tersebut justru tidak efektif dan menghambat profesionalisme Polri.

    “Secara historis, Polri justru berkembang lebih profesional, mandiri, dan efektif ketika berdiri sendiri, bukan berada di bawah kementerian atau institusi lain,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa secara yuridis normatif, Polri telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang mengatur secara jelas tugas, wewenang, fungsi, hingga struktur organisasi Polri dari pusat sampai ke tingkat paling bawah.

    “Undang-undang Kepolisian sudah menempatkan Polri langsung di bawah Presiden, dengan struktur sampai ke Polsek dan Polmas di tingkat kelurahan. Ini adalah desain yang ideal dan efektif,” tegas Prof. Juanda.

    Sementara dari aspek sosiologis dan prospektif, Prof. Juanda menilai karakter masyarakat Indonesia yang heterogen dan beragam menuntut keberadaan Polri yang profesional, humanis, berkarakter sipil, serta dekat dengan masyarakat, bukan institusi yang kaku dan birokratis seperti kementerian.

    “Indonesia adalah masyarakat yang sangat beragam. Ke depan, Polri dibutuhkan sebagai institusi yang humanis, profesional, menjunjung tinggi HAM, dan berpihak pada rakyat, bukan sebagai alat politik atau elite pemerintahan,” katanya.

    Dalam kesimpulannya, Prof. Juanda menegaskan bahwa penguatan Polri ke depan bukan terletak pada perubahan status kelembagaan menjadi kementerian, melainkan pada pembenahan manajemen, sumber daya manusia, serta peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas sesuai dengan tuntutan masyarakat modern.

    “Reformasi Polri harus tetap berada dalam koridor konstitusi. Mengubah Polri menjadi kementerian bukan solusi, bahkan berpotensi bertentangan dengan esensi dan mandat UUD NRI Tahun 1945,” pungkas Prof. Juanda.

  • Wakapolda Metro Jaya Berikan Penghargaan Pos Terbaik Ops Lilin Jaya 2025

    Jakarta — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono memberikan penghargaan kepada Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) terbaik dalam pelaksanaan Operasi Lilin Jaya 2025. Penghargaan diserahkan usai Apel Perwira Menengah (Pamen) Polda Metro Jaya di Lapangan depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (7/1/2026).

    Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan bahwa pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada jajaran yang telah melaksanakan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat secara maksimal selama rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seluruh pelaksanaan Operasi Lilin Jaya 2025 di wilayah hukum Polda Metro Jaya berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat dedikasi serta sinergi seluruh personel dan instansi terkait.

    “Penghargaan ini diberikan sebagai motivasi agar seluruh jajaran terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam operasi kepolisian yang bersentuhan langsung dengan publik,” ujar Wakapolda Metro Jaya.

    Berdasarkan hasil penilaian, Pospam Gedung Juang Polrestro Bekasi ditetapkan sebagai Pospam terbaik Operasi Lilin Jaya 2025. Penilaian meliputi kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, kerapihan pos, serta sinergi dengan TNI dan instansi terkait. Sementara itu, kategori Posyan terbaik diraih oleh Posyan Ancol Polrestro Jakarta Utara yang dinilai mampu memberikan pelayanan publik secara optimal.

    Selain itu, penghargaan Pos Ikonic diberikan kepada pos pam ICE BSD Polres Tangerang Selatan atas inovasi pelayanan yang informatif, representatif, dan mudah diakses masyarakat. Melalui pemberian penghargaan ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, serta berorientasi pada kepentingan dan keselamatan masyarakat.

  • Polda NTT Konfirmasi Penemuan Satu Lagi Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah

    Manggarai Barat — Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban hilang tenggelamnya KM Putri Sakinah di Pantai Pede, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).

    Jenazah ditemukan pada koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’ di kawasan perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK).

    Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan penemuan tersebut.

    “Benar, hari ini telah ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Komodo Labuan Bajo,” jelas Kabidhumas Polda NTT.

    Kabidhumas menjelaskan, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 13.00 Wita, ketika dua nelayan Pulau Komodo bernama Saiful dan Hadi Kusuma menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah, kapal yang dilaporkan tenggelam di Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.

    Kedua nelayan tersebut kemudian mengajak nelayan lain di sekitar lokasi untuk menarik bangkai kamar kapal ke Pantai Pede menggunakan perahu. Setibanya di pantai, tercium bau menyengat sehingga bangkai kamar kapal dibongkar dan ditemukan satu jenazah di dalamnya.

    “Setelah temuan tersebut, nelayan segera menghubungi tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” tambahnya.

    Sekitar pukul 14.00 Wita, tim SAR gabungan bertolak dari perairan Padar Utara menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.

    Jenazah kemudian diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita.Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

    Menurut Kabidhumas Polda NTT, proses identifikasi masih dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT, dalam hal ini Kabiddokkes Polda NTT dan untuk kepastian identitas korban masih menunggu hasil DVI, termasuk pemeriksaan bukti primer seperti data gigi.

    Ia juga menambahkan, Polda NTT menghormati permintaan pihak keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan nilai kemanusiaan.

    “Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih hilang. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” tutupnya.

  • Dari Posko hingga Pintu Rumah, Polri Hadir Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Kala Segi Aceh Tengah

    Takengon – Polri melalui tim medis penugasan Mabes Polri bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Aceh Tengah serta Kesehatan Lapangan (Keslap) BKO Brimob Polda Aceh menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (6/1/2026).

    Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan logistik dan tempat tidur kepada warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

    Diketahui, bencana alam yang terjadi pada 26 November 2025 lalu memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat. Sebanyak 46 rumah hanyut diterjang banjir bandang, 20 rumah mengalami rusak berat, 19 rumah rusak ringan, sementara ratusan warga terpaksa mengungsi ke posko pengungsian dan sebagian lainnya menumpang di rumah keluarga.

    Usai penyerahan bantuan, tim medis Polri melaksanakan pelayanan kesehatan di posko pengungsian. Warga tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut dengan memeriksakan kondisi kesehatan, berkonsultasi langsung dengan dokter kepolisian, serta menerima obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan secara gratis.

    Tidak hanya berfokus di posko, Kapolres Aceh Tengah bersama tim medis juga turun langsung menyambangi rumah warga yang mengalami sakit menahun. Dua warga penderita stroke mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung di kediaman masing-masing.

    Tim medis melakukan pemeriksaan, memberikan pengobatan, serta berkonsultasi dengan pihak keluarga pasien. Kapolres turut memberikan dukungan moril dan semangat agar warga yang sakit tetap kuat dan segera diberikan kesembuhan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis mencatat sejumlah penyakit yang diderita warga, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, arthrosis, dispepsia, cephalgia, stroke non-hemoragik, dermatofitosis, febris, cholelithiasis, Bell’s palsy, infeksi saluran kemih (ISK), hipotensi, otitis eksterna, serta rhinitis alergi.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Aceh Tengah juga meninjau lokasi rencana pembangunan sumur bor di Meunasah Al Mukminin, Kampung Suku Wilah Setie, Kecamatan Bintang, yang dijadwalkan akan dikerjakan pada Rabu (7/1/2026) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

    Usai melaksanakan pelayanan kesehatan di Kampung Kala Segi, pada sore hari sekitar pukul 15.10 WIB, Kapolres Aceh Tengah melanjutkan kegiatan dengan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh Tengah. Bantuan tersebut disalurkan melalui Posko Rakyat Aceh Tengah yang berlokasi di Gedung Pendari, Takengon.

    Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

    “Pelayanan kesehatan dan pendistribusian bantuan logistik ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat terdampak bencana. Kami memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga kampung-kampung, bahkan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan, mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Bintang sempat terisolir akibat bencana, termasuk Kampung Kala Segi,” ujar Kapolres.

    Sementara itu, aparatur kampung dan masyarakat Kala Segi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri dan Kapolres Aceh Tengah telah menghadirkan layanan kesehatan gratis serta bantuan logistik yang sangat membantu masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.

  • Brimob Polda Sumut Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Perumahan Pandan Asri Pascabencana

    Tapanuli Tengah – Personel SAR Batalyon A Brimob Polda Sumatra Utara turun langsung membantu warga membersihkan selokan dan material lumpur pascabencana alam di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (5/1/2026).

    Personel dikerahkan untuk membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material banjir yang menyumbat saluran air di sepanjang jalan kawasan permukiman tersebut. Kegiatan ini dilakukan guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah potensi banjir susulan.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob di lokasi terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat.

    “Polri melalui jajaran Brimob hadir untuk membantu masyarakat pascabencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pemulihan lingkungan. Pembersihan selokan ini penting untuk mencegah genangan dan banjir lanjutan yang bisa membahayakan warga,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

    Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya preventif agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dengan lingkungan yang bersih dan sehat.

    Dalam pelaksanaannya, personel SAR Brimob melakukan pembersihan secara manual menggunakan peralatan kebersihan dan alat pendukung lainnya. Lumpur dan sampah yang menumpuk di selokan diangkat dan dikumpulkan di titik tertentu untuk kemudian dibuang ke lokasi pembuangan.

    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga setempat. Diharapkan, setelah pembersihan ini, aliran air di kawasan Perumahan Pandan Asri kembali lancar dan risiko banjir susulan dapat diminimalisir.

  • Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya Bekali Guru PAUD Kesiapan Psikologis

    Jakarta — Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya menggelar pelatihan peningkatan kesejahteraan psikologis bagi guru TK dan PAUD sebagai langkah mengawali tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kesehatan mental pendidik yang dinilai berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

    Pelatihan tersebut berlangsung di WTC Mangga Dua, Jumat (2/1/2026), dan diikuti guru serta tenaga kependidikan Molome Dalome Early Childhood Learning Centre. Para peserta dibekali materi dan praktik penguatan psikologis agar mampu menjalankan peran sebagai pendidik dengan kondisi mental yang sehat dan stabil.

    Kabag Psikologi Ro SDM Polda Metro Jaya AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., mengatakan kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis orang dewasa di sekitar anak, khususnya guru. Menurutnya, anak tidak hanya belajar dari materi yang diajarkan, tetapi juga dari suasana emosional yang dirasakan setiap hari di lingkungan belajar.

    “Guru yang sehat secara mental akan lebih mampu menghadirkan rasa aman, empati, dan keteladanan. Inilah pondasi penting dalam pembentukan karakter dan ketahanan mental anak sejak dini,” ujar IBG Adi Putra Yadnya.

    Sementara itu School Director Molome Dalome Early Childhood Learning Centre Greta Vidya Paramita, M.Psi., menegaskan lembaga pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam menyiapkan masa depan bangsa. Ia menilai kesejahteraan psikologis guru perlu mendapat perhatian serius karena guru merupakan figur terdekat yang membentuk rasa aman dan kepercayaan diri anak. Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan kesehatan mental masyarakat melalui sektor pendidikan anak usia dini.

  • Kapolda Metro Jaya Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA 2026

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri membuka secara resmi Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Selasa (6/1/2026). Pada kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya sekaligus membacakan amanat Kalemdiklat Polri kepada seluruh peserta upacara.

    Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA 2026 diikuti sebanyak 2.906 peserta didik yang tersebar di sejumlah Sekolah Polisi Negara (SPN), yakni SPN Polda Metro Jaya sebanyak 993 orang, SPN Polda Jawa Timur 971 orang, dan SPN Polda Sulawesi Selatan 942 orang.

    Dalam amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan Kapolda Metro Jaya, ditegaskan bahwa rekrutmen dan pendidikan bertujuan membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional, unggul, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis.

    Selain pembentukan mental dan kepribadian kebhayangkaraan, peserta didik juga dibekali nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, penguasaan teknis dan taktis kepolisian dasar, serta pembinaan jasmani guna menunjang kesiapan fisik.

    Kalemdiklat Polri menekankan bahwa keberhasilan pendidikan ditentukan oleh disiplin, dedikasi, semangat, dan integritas pribadi. Di akhir amanatnya, Kapolda Metro Jaya menyampaikan harapan agar seluruh peserta didik dapat mengikuti pendidikan dengan baik, menjunjung tinggi moralitas, serta menjadi Bhayangkara yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Terisolir di Kecamatan Linge

    Aceh Tengah — Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah bersama personel BKO Satbrimob Polda Aceh menyalurkan bantuan logistik ke desa terisolir di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (4/1/2026). Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

    Bantuan disalurkan ke Desa Owaq, Kecamatan Linge, tepatnya di kawasan pinggiran Sungai Kala Ili. Sebelumnya, akses menuju desa tersebut terputus akibat bencana, sehingga menyulitkan mobilitas serta aktivitas warga sehari-hari.

    Kapolres Aceh Tengah bersama personel Polres Aceh Tengah dan personel BKO Satbrimob Polda Aceh turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.

    Bantuan logistik tersebut diterima langsung oleh Ilyas selaku Mukim Kemukiman Jamat, Sejahtera selaku Reje Payung, serta Hamdan selaku Reje Kute Reje. Para perangkat desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat di wilayah terpencil yang terdampak bencana.

    Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, perlengkapan alat tulis bagi anak-anak, serta sling kawat baja sepanjang 1.000 meter yang akan dimanfaatkan sebagai sarana penyeberangan sementara bagi masyarakat.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ke wilayah terisolir merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memastikan pelayanan kemanusiaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
    “Polri hadir untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil dan terdampak bencana tetap mendapatkan bantuan dan pelayanan dasar. Penyaluran logistik ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu percepatan pemulihan akses dan aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.

    Melalui kegiatan ini, Polres Aceh Tengah berharap dapat membantu meringankan beban warga serta mempercepat pemulihan akses dan aktivitas masyarakat di Desa Owaq pascabencana. Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana alam.

  • Sinergi Polisi dan Warga: Masjid Syuhada, Bener Meriah Bangkit dari Duka Bencana

    Sisa lumpur masih menempel di halaman Masjid Syuhada, menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir dan longsor yang melanda kawasan Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Namun di tengah jejak bencana tersebut, harapan perlahan tumbuh seiring bangkitnya semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

    Selama dua hari berturut-turut, 4 hingga 5 Januari 2026, personel Polres Bener Meriah bersama Satbrimob Polda Aceh bersinergi dengan warga setempat membersihkan Masjid Syuhada yang terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

    Tanpa mengenal lelah, personel Polri, Brimob, dan warga bergotong royong menyapu lumpur, mengangkat sisa material banjir dan longsor, serta menata kembali halaman dan area masjid. Kebersamaan tersebut menjadi potret nyata solidaritas dan kepedulian di tengah duka pascabencana.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam masa pemulihan.
    “Polri hadir bersama masyarakat untuk memulihkan kembali sarana ibadah yang menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual warga. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta menguatkan semangat kebersamaan pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi.

    Ia menambahkan, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan humanis dan kolaboratif, termasuk dalam pemulihan fasilitas umum dan tempat ibadah.

    Melalui kegiatan tersebut, Masjid Syuhada perlahan kembali bersih dan layak digunakan. Lebih dari sekadar kerja bakti, kebersamaan Polri dan warga di Bener Meriah menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan keteguhan menghadapi cobaan alam.

  • Pisah Sambut PJU dan Kapolres Jajaran, Kapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Publik Diperkuat

    Jakarta — Polda Metro Jaya menggelar acara pisah sambut Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ) pada Senin (5/1/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus menegaskan komitmen peningkatan pelayanan publik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Acara tersebut dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya, para PJU Polda Metro Jaya, Kapolres jajaran, serta pengurus Bhayangkari.

    Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pisah sambut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian pejabat lama sekaligus awal tanggung jawab besar bagi pejabat baru. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi, integritas, dan kerja keras para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

    “Jabatan bisa berganti, namun tanggung jawab pengabdian tidak pernah berubah. Nilai-nilai baik yang telah ditanamkan agar terus dibawa dan dikembangkan di tempat tugas selanjutnya,” ujarnya.

    Kepada pejabat baru, Kapolda menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kinerja serta menghadirkan pembaruan yang adaptif terhadap dinamika kamtibmas Jakarta dan sekitarnya. Kepemimpinan yang tegas namun adil, cepat namun tetap waspada, serta berorientasi kuat pada pelayanan masyarakat menjadi penekanan utama.

    Secara khusus, Kapolda meminta para Kapolres baru menekan angka tawuran hingga titik nol. Ia mendorong Kapolres turun langsung ke lapangan pada jam dan lokasi rawan, aktif hadir di tengah masyarakat termasuk sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda serta memberdayakan komunitas sebagai bagian dari pencegahan gangguan kamtibmas.

    “Deteksi dini dan mitigasi adalah kunci. Setiap informasi sekecil apa pun harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” tegasnya.