Author: admin

  • Polairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pondok Karya Jaksel

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan siaga Search and Rescue (SAR) untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Pondok Karya, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) pagi.

    Sebanyak 15 personel Ditpolairud yang dipimpin AKP Hamdannallah dikerahkan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dengan menggunakan satu unit perahu skiffboard guna mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terdampak genangan air.

    Direktur Polairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa mengatakan pihaknya fokus membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, balita, perempuan, serta warga yang sedang sakit untuk segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

    “Personel kami dikerahkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui evakuasi warga yang terdampak banjir, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sakit agar dapat segera berada di tempat yang aman,” ujar Kombes Mustofa.

    Ia menjelaskan ketinggian air di kawasan Pondok Karya bervariasi mulai dari sekitar 75 sentimeter hingga mencapai 190 sentimeter. Kondisi cuaca di lokasi juga masih mendung dengan hujan ringan hingga sedang.

    Menurutnya, banjir terjadi akibat hujan yang turun sejak Jumat (7/3) hingga Minggu dini hari, serta adanya kiriman air dari kawasan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

    “Hingga saat ini personel Ditpolairud Polda Metro Jaya masih berada di lokasi dan kegiatan evakuasi warga terus berlangsung,” katanya.

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, Kapolres Metro Depok dan Wali Kota Tarawih Keliling di Limo

    Depok – Kegiatan tarawih keliling yang dilaksanakan Pemerintah Kota Depok bersama jajaran kepolisian berlangsung khidmat di Masjid Al Mutmainah, Kecamatan Limo, Kota Depok.

    Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, bersama Wali Kota Depok, Supian Suri, melaksanakan salat tarawih berjamaah sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Al Mutmainah, Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Drs. H. Supian Suri, M.M menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga seluruh masyarakat masih diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kecamatan Limo yang telah mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Depok.

    Supian Suri menuturkan bahwa Pemerintah Kota Depok terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui program sekolah gratis bagi warga Depok yang telah berjalan. Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menghadirkan program PAUD gratis bagi masyarakat Kota Depok pada tahun ini sebagai bagian dari peningkatan akses pendidikan sejak usia dini.

    Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan rencana pembangunan Kantor Kelurahan Meruyung yang akan direalisasikan pada tahun ini guna meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat setempat.

    Pada kesempatan tersebut, Supian Suri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lupa menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai bentuk partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah di Kota Depok.

    Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras menyampaikan bahwa kegiatan tarawih keliling ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban selama bulan Ramadan.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kecamatan Limo yang antusias mengikuti rangkaian ibadah dan silaturahmi tersebut.

  • Kapolri Apresiasi Progam Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Jabar: Jawab Harapan Masyarakat Terhadap Polri

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan dan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih terkait program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) buat masyarakat Jawa Barat.

    Hal ini disampaikan Kapolri dalam acara silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

    “Terima kasih pak Gubernur, pak Kapolda, Pangdam yang terus bersinergi membuat program yang tentunya menyentuh masyarakat kelas bawah yang membutuhkan,” kata Sigit.

    Menurut Sigit, program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun menyebut program ini menjawab harapan masyarakat terhadap institusi Polri.

    “Polri harus bisa melaksanakan dan mendengar apa yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat sehingga kemudian makin hari institusi Polri bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

    Pada program di Jawa Barat, tercatat ada 168 pembangunan rumah tidak layak huni. Rinciannya 67 telah selesai pembangunan dan 101 masih dalam proses pembangunan.

    Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi situasi global yang tak pasti dan eskalasi di timur tengah yang meningkat.

    “Situasi yang sedang kita hadapi dampak global yang kita hadapi tentunya ini butuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

    Lebih lanjut, Sigit menuturkan, apapun kondisi global yang dihadapi Indonesia, pemerintah tetap melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakatnya. Semua itu, katanya, bisa dilalui apabila bersatu.

    “Tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, program ketahanan energi tentunya jugaharus kita kawal. Karena ini sebagai bagian dari upaya kita untuk hadapi dinamika global yang ada,” katanya.

  • SIARAN PERS POLRI

    Green Policing Polda Aceh, Tanam 10 Ribu Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Ekologi dan Ekonomi Desa Pesisir

    BANDA ACEH – Polda Aceh menginisiasi penanaman 10 ribu bibit mangrove di kawasan pesisir sebagai bagian dari program Green Policing atau Polisi Hijau. Kegiatan yang dipusatkan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh ini menjadi langkah konkret Polri dalam memperkuat ketahanan ekologis sekaligus mendorong ketahanan ekonomi desa pesisir.

    Program tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI dari dapil Aceh, Nasir Djamil, yang menilai langkah Kapolda Aceh sebagai pendekatan strategis dalam mitigasi bencana berbasis ekologi.

    “Inisiatif Kapolda Aceh yang menanam 10 ribu tanaman mangrove patut mendapat dukungan dari semua pihak di Aceh. Mangrove itu banyak manfaatnya. Selain tempat tinggal ikan dan berbagai jenis binatang laut lainnya, pohon mangrove juga bisa meredam gelombang besar seperti tsunami. Karena itu, penanaman 10 ribu mangrove adalah model mitigasi bencana melalui pendekatan ekologi,” ujar Nasir, Selasa (3/3/2026).

    Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang serta tsunami, tetapi juga memiliki dimensi edukatif bagi masyarakat pesisir, khususnya generasi muda.

    “Inisiatif ini dalam pandangan kami ingin mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya, terutama generasi muda yang mungkin belum banyak tahu tentang tanaman mangrove,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Nasir menambahkan bahwa mangrove yang tumbuh dengan baik akan memberi nilai tambah bagi desa, baik dari sisi kualitas udara maupun potensi ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi dan lingkungan.

    “Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi nilai tambah berupa udara yang lebih bersih di sekitarnya dan juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa jika dikembangkan sebagai wisata edukasi dan lingkungan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa konsep Green Policing dapat menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan dan penebangan liar. Ia mendorong pemerintah daerah agar turut mendukung melalui pengalokasian anggaran demi keberlanjutan program tersebut.

    Sementara itu, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa program Polisi Hijau merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana.

    “Kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa penanaman mangrove adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

    “Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10 ribu bibit mangrove. Ke depan, saya memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” tegasnya.

    Melalui program ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam merawat kelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan hidup bersama.

    Program Green Policing menjadi bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya menyentuh aspek pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian terhadap masa depan ekologi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

  • KAPOLRES METRO DEPOK HADIRI TARAWIH KELILING DI MASJID JAMI AL MUKHLISHUN SUKMAJAYA DEPOK

    Depok – Kapolres Metro Depok Abdul Waras menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) hari kedua di Masjid Jami Al Mukhlishun, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (2/3/2026) malam.

    Kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat di bulan suci Ramadan, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.

    Dalam kesempatan itu, Abdul Waras mengingatkan masyarakat untuk senantiasa bersyukur tidak hanya atas nikmat iman dan kesehatan, tetapi juga nikmat keamanan yang sering kali terlupakan.

    “Sering kali kita bersyukur atas iman Islam dan kesehatan yang diberikan Allah SWT. Namun, kadang kita lupa bahwa nikmat aman juga merupakan karunia besar yang harus disyukuri,” ujarnya di sela-sela kegiatan Tarling.

    Ia menekankan bahwa suasana aman menjadi faktor utama yang membuat umat Muslim dapat menunaikan Salat Tarawih dengan khusyuk dan nyaman. Tanpa kondisi yang kondusif, ibadah pun tidak akan terasa nikmat.

    “Bisa Salat Tarawih dengan khusyuk dan nyaman itu karena adanya rasa aman. Kalau situasi rusuh, tentu ibadah pun tidak lagi terasa nikmat,” jelasnya.

    Kapolres juga menegaskan bahwa keamanan di Kota Depok bukan semata hasil kerja aparat kepolisian atau pemerintah, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat.

    Dengan kondisi yang aman dan tertib, lanjutnya, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.

    “Insya Allah dengan kondisi yang aman, semua bisa bekerja dengan tenang, program-program bisa berjalan, dan kita bisa terus menjaga keamanan bersama,” tambah Abdul Waras.

    Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain serta terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan.

    “Semoga sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat demi terciptanya Kota Depok yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

  • Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

    NABIRE — Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire yang digelar di Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.

    Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat TNI–Polri, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, S.I.K., Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K., serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.

    Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI itu dilakukan menyusul terdeteksinya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.

    Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.

    “Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.

    Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi tersebut, kelompok diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.

    Pemantauan lapangan oleh personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.

    Tim Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Personel bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.

    “Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.

    Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.

    Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.

    “Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.

    Ia merinci, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.

    “Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.

    Terkait dana tunai yang ditemukan di lokasi, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber dukungan logistik kelompok tersebut.

    Pendalaman terhadap dana yang ditemukan masih dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan aparat gabungan TNI-Polri.

    Ia juga membenarkan bahwa dalam peristiwa di Lagari, selain dua korban jiwa, terdapat dua pucuk senjata api panjang dan satu senjata api pendek yang dirampas oleh kelompok tersebut.

    Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.

    “Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.

    Sementara itu, Wakapolda Papua Tengah menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

    “Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Gustav.

    Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Satgas Damai Cartenz Intensifkan Patroli Humanis di Nduga

    Nduga – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Sektor Nduga yang dipimpin, Briptu Tri Setyo Abdi Pamungkas, melaksanakan patroli jalan kaki sekaligus menyambangi warga di sekitar Pos Koteka, Kabupaten Nduga, Senin (2/3/2026).

    Patroli tersebut dilakukan secara humanis dengan menyapa anak-anak dan berdialog langsung bersama warga setempat. Langkah ini bertujuan untuk membangun rasa simpati, mempererat hubungan emosional, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di wilayah Kabupaten Nduga.

    Dalam kesempatannya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis menjadi salah satu strategi dalam menjaga keamanan di Papua Pegunungan.

    “Personel di lapangan kami dorong untuk terus mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dialogis dan sambang kepada masyarakat. Dengan membangun komunikasi yang baik, kehadiran Polri dapat dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Ka Ops Damai Cartenz 2026.

    Ia menambahkan, kegiatan patroli jalan kaki dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat secara langsung, mendengar aspirasi warga, serta memetakan potensi gangguan keamanan sejak dini.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang berkelanjutan dan berbasis kepercayaan masyarakat.

    “Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kedekatan dan komunikasi yang intens antara aparat dan masyarakat. Oleh karena itu, kami menekankan agar setiap personel di lapangan hadir secara humanis, mendengar langsung aspirasi warga terkait situasi keamanan di sekitar,” tegasnya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Nduga untuk terus menjaga kebersamaan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.

    Satgas Ops Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nduga melalui langkah-langkah preventif dan preemtif, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

  • Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

    Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

    “Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret,” kata Sigit.

    Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

    “Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ujar Sigit.

    Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas, betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi.

    Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran.

    “Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” tutup Sigit.

  • Pengembangan Kasus Kekerasan di Yahukimo, Aparat Ungkap Keterlibatan Sejumlah Nama dalam Serangkaian Aksi Bersenjata

    YAHUKIMO – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus mengembangkan penyidikan terhadap rangkaian kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dari hasil pengamanan sejumlah pihak pada pekan lalu, aparat mengungkap keterlibatan beberapa nama dalam berbagai aksi penembakan dan pembunuhan sejak 2023 hingga awal 2026.

    Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa satu nama yang sebelumnya belum teridentifikasi, yakni Meno Kogoya, kini telah dipastikan terlibat dalam sejumlah tindak pidana kekerasan. Selain itu juga beliau menyampaikan terdapat tiga nama yang sebelumnya sudah teridentifikasi melkukan tindak pidana, namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan berdasarkan bukti-bukti lainnya. Ketiga nama tersebut perbuatannya berkembang pada tindak pidana lainnya.

    “Dari hasil pengembangan penyidikan, Meno Kogoya terlibat dalam pembunuhan dua pendulang emas pada 20 September 2025, penembakan mobil Hilux Armor pada 22 September 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, serta penembakan pesawat Hercules pada 14 Januari 2026,” ujarnya dalam doorstop kepada awak media (02/03).

    Selain itu, aparat juga mengungkap tiga pelaku lainnya yang sudah teridentifikasi namun berkembang kepada tindak pidana lainnya. Antara lain, Kotor Payage alias Kotoran Giban, yang perkaranya telah dialihkan proses penanganannya ke Polda Papua. Ia diduga terlibat dalam penembakan mobil Strada putih pada Maret 2024, penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, penembakan pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai pada 14 Januari 2026, serta penembakan truk box di Kilometer 7 Logpon pada 30 Januari 2026.

    Nama lain yang turut disebut adalah Enage Heluka, yang diduga terlibat dalam pengambilan video pernyataan pasca penembakan pada 12 Februari 2026. Sementara itu, Homi Heluka tercatat memiliki rangkaian dugaan keterlibatan lebih panjang, antara lain pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan di Kali Silet pada 11 Februari 2024, serta penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari 2026. Korban dalam peristiwa terakhir dilaporkan selamat dan telah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

    Menurut Yusuf, pengungkapan ini merupakan hasil proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan oleh tim gabungan.

    Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

    “Kami berkomitmen untuk menuntaskan setiap kasus kekerasan yang meresahkan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis bukti, guna memberikan kepastian hukum serta menjamin rasa aman bagi warga,” tegasnya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa selain kelompok kriminal bersenjata, aparat juga mendalami aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok kriminal politik.

    “Kelompok ini tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi juga menyebarkan narasi dan dokumentasi aksi mereka melalui media sosial. Saat ini kami melakukan profiling secara mendalam dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

    Di samping proses penegakan hukum, aparat keamanan terus meningkatkan patroli di titik dan waktu rawan, serta melakukan pemetaan terhadap basis-basis yang diduga menjadi lokasi aktivitas kelompok tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

  • Kontak Tembak di Nabire, Aparat Kuasai Markas DPO KKB dan Amankan 561 Butir Amunisi

    Nabire — Aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT. Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB), yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti penting.

    Upaya penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan kelompok tersebut di salahsatu markas persembunyian mereka. Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas.

    Dalam penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101. Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.

    Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu. Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

    Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa langkah penindakan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

    “Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

    Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan profesional guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.